Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles



Aku benci menulis, tapi kebencian tak boleh dipelihara

Seandainya Saja

Seandainya Saja

Seringkali saya banyak menuangkan penyesalan, tak hanya sekedar menengok ke belakang, tapi saya berusaha belajar dari kesalahan-kesalahan. Kesalahan ini pula yang terus membuai alam bawah sadar dan terus menghantui seolah menyatu dalam penyesalan.

Membaca adalah membuka jendela dunia!. Saya tahu! Bahkan sejak SD saya tahu pepatah itu. Tapi, sebentar...... biarkan saya mencoba mengingat-ingat kembali berapa buku yang sudah saya lahap. Jawabannya “O” alias NOL!! Ssssssttt……, pas baca “NOL”nya jangan keras-keras ya, malu!. Koleksi buku pun taka ada. Kalaupun ada, entah sekarang ada di mana. Barangkali sudah menjadi ranjang kesayangan para kecoa, ngengat atau apalah namanya hewan yang suka baca lainnya………

Semangat membaca inilah yang seringkali hilang dan terkikis, atau bahkan tak pernah ada. Terkalahkan oleh suara merdu gadis manis dalam sinetron, atau infotainment yang menyiarkan perceraian artis-artis cantik yang kini marak, atau film-film kartun terasa lebih menggoda daripada papan tulis kucel sewaktu saya SD. Sambil mengingat masa kecil, dulu dan sampai saat ini, membaca, membaca, membaca menjadi aktivitas yang teramat berat untuk saya lakukan. Bisa jadi, membaca menjadi obat tidur yang lumayan manjur selain menghitung domba.

Itu juga kenapa nilai raport matemátika, físika, kimia atau bahkan Bahasa Indonesia saya tak pernah bagus! Warnanya sich hitam, tapi orang-orang lebih akrab menyebutnya merah. Mungkin itu juga yang membuat saya tak begitu suka dengan mata pelajaran itu. Juga PR-PRnya. Bagaimana menulis, membaca saja aku sulit. Begitu iklan lama mengejek. Saya juga tak mengerti kenapa dulu, saat pelajaran itu dimulai dan disuruh mengeluarkan buku, pelajaran itu jarang sekali tercatat. Entahlah, saya lebih suka menggambar ekspresi wajahnya. Alhasil, buku saya penuh oleh coretan-coretan wajah manis guru-guru sekolah saya.

Ach.... Seandainya saja banyak buku yang sempat saya baca, pasti akan saya ceritakan tentang sejarah dunia dan peradabannya tak sekedar ocehan saya yang menjemukan. Tentang demokrasi, globalisasi dan lain sebagainya. Atau akan kujelaskan perputaran bumi dengan rumus-rumus matematika yang kuracik dengan teori fisika, bahkan tentang alam semesta yang kupadukan dengan teori-teori kimia. Saya akan beberkan tentang teori ekonomi baru untuk memberantas kemiskinan, barangkali bisa membuat anak-anak kita merasa nyaman berangkat ke sekolah tanpa harus berpikir besok makan apa. Dan tak perlu risau krisis gobal di Amerika. Di waktu luang akan saya ciptakan metode baru pengelolaan sampah yang gampang ditiru, sehingga tak perlu lagi negara butuh pemulung yang terus mengais, tak ada lagi saudara kita menjadi korban dan mati tertimbun tumpukan sampah. Akan saya kaji ulang hukum-hukum, bila perlu saya buat yang lebih relevan sehingga tak ada lagi permasalahan Hak Asasi Manusia. Atau saya ciptakan saja alat pendeteksi bencana, sehingga banjir dan gempa tak perlu lagi menjadi alat Tuhan mengambil nyawa. Atau kusiapkan modul tentang itu semua untuk dapat dilaksanakan bersama dengan negara, kalaupun negara kita tak mau melaksanakannya, biarlah kumaki sendiri saja setelah selesai mengajari anak-anak belajar membaca.

share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Ditulis Oleh : Ahmad ~ Sekedar Posting

AHMAD Sobat sedang membaca artikel tentang Seandainya Saja . Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya.

:: About Me ! ::

Posted by Ahmad, Published at Wednesday, August 21, 2019 and have 0 comments

Terima kasih telah berkunjung, Silahkan Sobat tinggalkan komentar dengan kata-kata yang Baik, Bijak dan Sopan.