Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles



Aku benci menulis, tapi kebencian tak boleh dipelihara

Semua Ada Masanya

Semua Ada Masanya

Masih soal waktu. Ia terus merambat, kadang terasa pelan terkadang pula seolah cepat. Ia terus berlalu. Mengantarkan kita pada sebuah titik yang kita belum pernah berhenti di sana. Ya, kadang ia melesat begitu cepat hingga kita merasa telah melewatkan banyak hal. Kadang pula ia terasa menjemukan, berjalan begitu pelan tak segera mengantarkan kita pada saat-saat yang kita tunggu. Pada sesuatu yang kita nanti-nantikan.

Kita punya impian di waktu yang lain. Dengan penuh percaya diri kita merasa sanggup meraih apa yang ingin kita raih. Membayangkan menggenggam apa yang menjadi keinginan. Layak kita berbangga, rasa itu ada. Tak ada yang salah, rasa itu memang harus kita punya!.

Hanya saja kita tak pernah menyadari, seringkali kita merasa berkuasa atas waktu yang kita lalui. Merasa lebih kuat melebihi apa yang kita duga, karena telah sampai pada titik di mana sekarang kita berdiri.

Sementara di waktu yang lain pula, ketika apa yang kita harapkan, menghindar dari yang telah kita perhitungkan. Meski sekuat apapun kita berusaha meraih tiap ingin, merengkuh tiap harap, terkadang apa yang kita kehendaki tak seperti yang telah kita bayangkan. Nampak tergambar begitu jelas hingga kita merasa mampu menggenggam meski dengan mata terpejam, namun sedikitpun tak terjamah oleh kita. Hingga pada akhirnya kita merasa rapuh dan harus mengeluh karena merasa kalah. Membuat kita lupa goresan tinta yang telah menjadi titah.

Sayangnya, kita tak bisa mengulang atas waktu yang berlalu. Kita hanya memiliki kesempatan untuk belajar darinya. Sedikit menengok seolah memutarnya kembali. Dari tempat-tempat yang telah kita singgahi. Dari tiap orang yang kita temui. Dari langkah kita menyisir tiap waktu, yang menyimpan jejak di tiap masa. Menemani kita meresapi resah, hingga kita merasa yakin tak akan jatuh pada lubang yang sama.

Hingga suatu kali, barangkali kita harus merasa yakin, semua ada masanya. Di suatu waktu, kita merasa tak ada yang perlu dipaksakan. Dan kembali merasa, semua ada masanya.

Mencari, apa yang dicari?
Menunggu, apa yang ditunggu?
Aku merasa dikejar waktu..... *lirik lagu Iwan Fals

share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Ditulis Oleh : Ahmad ~ Sekedar Posting

AHMAD Sobat sedang membaca artikel tentang Semua Ada Masanya . Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya.

:: About Me ! ::

Posted by Ahmad, Published at Wednesday, August 21, 2019 and have 0 comments

Terima kasih telah berkunjung, Silahkan Sobat tinggalkan komentar dengan kata-kata yang Baik, Bijak dan Sopan.